Minggu, 31 Mei 2015

Keindahan Banda Aceh yang Tersembunyi

Banda Aceh, sebuah ibu kota dari provinsi yang terletak paling barat di Indonesia. Sebuah kota yang kemungkinan jarang diperhitungkan para kaum urban untuk dijadikan tempat melepas penat. Atau mungkin sebuah kota yang sama sekali tidak diketahui potensi alamnya.

”Hah Banda Aceh ? emang ada apaan di Banda Aceh ?”

Sebuah kalimat pertanyaan balik yang saya terima ketika mengajak teman-teman untuk mengunjungi Banda Aceh. Miris, satu kata yang terlintas di kepala saya, ketika mendengar kaum muda penerus bangsa bahkan tidak mengenali negerinya sendiri. Mungkin mereka memang tidak tahu, atau mereka tidak mau cari tahu bahwa Banda Aceh juga memiliki potensi wisata yang besar.  Keragaman budaya dan sejarah, keindahan alam, dan kesederhanaan masyarakat Aceh yang didominasi oleh umat muslim adalah beberapa magnet potensi wisata Banda Aceh yang cukup menarik untuk di eksplor.

Mengenal Banda Aceh lebih dekat melalui kebudayaannya

A. Festival Seni dan Tari di Taman Putroe Phang
source : http://www.tribunnews.com/
Saya selalu tertarik dengan warisan budaya Aceh yang kini sudah secara resmi diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia ini, yaitu Tari Saman. Ketika saya masih SMA, Tari Saman merupakan ekstrakulikuler yang paling digemari. Keunikan dari Tari Saman berada pada tidak terdapatnya iringan musik. Tari Saman hanya menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka. 


source : http://www.tribunnews.com/
Tentunya akan lengkap rasanya apabila menyaksikan pertunjukan Tari Saman secara langsung di kota nya berasal. Datanglah ke Art and Music Weekend Show yang diselenggarakan di Taman Putroe Phang Banda Aceh. Setiap Sabtu dan Minggu di sore hari ratusan masyarakat Banda Aceh berbondong-bondong untuk menyaksikan acara yang bertujuan untuk melestarikan khasanah budaya Aceh dan menghibur wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Aceh.
Bukan hanya festival musik dan tari, Taman Putroe Phang juga menyediakan area bermain untuk anak-anak dilengkapi dengan situs sejarah yang ada di belakangnya. Taman Putroe Phang sendiri berlokasi di pusat Kota Banda Aceh yang di bangun oleh Sultan Iskandar Muda untuk Sang Ratu Putroe Phang. Tamannya terletak tidak jauh dari tempat pemandian kerajaan yang biasa di panggil Gunongan.

Info : Art and Music Weekend Show
Jl. Teuku Umarr di Banda Aceh
Hari       : Setiap Sabtu dan Minggu
Jam        : 16.00
Tempat  : Taman Putroe Phang Banda Aceh

B. Rumoh Aceh

Museum Rumoh Aceh
source : http://id.wikipedia.org/wiki/Rumoh_Aceh

Sebagai mahasiswa arsitektur, saya memang selalu ingin mengenal lebih dekat rumah – rumah tradisional khas dari masing – masing provinsi di Indonesia. Berkenalan dengan kebudayaan Aceh bisa dilakukan melalui hunian yang setiap harinya mereka tinggali. Pertanyaannya, apakah rumah Aceh masih bisa ditemukan di jaman sekarang ? Tentunya untuk rumah Aceh yang asli masih bisa ditemukan di daerah-daerah pedalaman provinsi Aceh, seperti di Gayo. Namun bukan berarti menutup kemungkinan bagi kaum wisatawan yang juga memiliki rasa penasaran ingin berkunjung ke rumah adat Aceh.

Interior Museum Rumah Aceh
source : http://id.wikipedia.org/wiki/Rumoh_Aceh
Di Banda Aceh, terdapat Museum Rumoh Aceh. Museum yang didirikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banda Aceh ini didirikan pada tahun 1915. Uniknya bangunan museum Rumoh Aceh ini sudah dibuat pada masa colonial Belanda tahun 1914 di Semarang, yang kemudian di pindahkan ke Aceh dan menjadi salah satu museum dengan sejarah panjang di nusantara.

Didalam Rumoh Aceh, terkandung banyak makna dari budaya Aceh sendiri, salah satu contohnya yaitu tinggi pintu yang hanya sekitar 120-150 cm, hal ini bertujuan membuat siapa pun yang masuk harus sedikit merunduk, konon makna dari merunduk ini menurut orang-orang tua adalah sebuah penghormatan kepada tuan rumah saat memasuki rumahnya, siapa pun dia tanpa peduli derajat dan kedudukannya. Tinggi dari rumah Aceh yaitu sekitar 2,5-3m dengan pusat aktivitas di lantai 2. Pada museum rumoh Aceh, terdapat 3 bagian utama yaitu, seuramoë keuë (serambi depan) dan seuramoë teungoh (serambi tengah) yang berisi peralatan seni music dan pajangan-pajangan lukisan tokoh pahlawan dan seuramoë likôt (serambi belakang) yang berisi peralatan dapur.

Info :
MUSEUM ACEH
Jl.S.A.Mahmudsyah no.12
Banda Aceh 23241
Telp. 0651-23144
Fax. 0651-21033
Senin-Kamis 08.30-13.30
Jumat 08.30-11.00
Sabtu 08.30-12.30
Minggu 08.30-13.30
Sore buka 14.30-18.00
Dewasa Rp 1.500,00

Menilik kebangkitan Banda Aceh melalui wisata Tsunami

A. Museum Tsunami

Museum Tsunami Aceh
source : http://museumtsunami.blogspot.com/
Peristiwa Tsunami pada tahun 2004 cukup merubah wajah Banda Aceh, tapi bukan berarti Aceh tidak dapat berbenah diri. Saya yang hanya melihat reportase peristiwa Tsunami melalui layar TV saat itu cukup terenyuh. Hanya terdapat satu masjid besar yang berdiri kokoh diantara bangunan yang sudah rata dengan tanah. Banda Aceh yang sekarang sudah berbenah. Setelah keluar dari Bandara Sultan Iskandar Muda, saya di sambut oleh pemakaman massal korban Tsunami Aceh. Namun ini bukan karena bayang tsunami masih menghantui Banda Aceh, tapi warga Banda Aceh melihatnya sebagai fenomena. Ya, Tsunami memang sebuah fenomena, fenomena yang harus di jadikan sejarah dan pelajaran untuk ke depan.

Interior Museum Tsunami Aceh
source : http://museumtsunami.blogspot.com/
Datanglah ke Sebuah Museum Tsunami di Banda Aceh. Museum dengan arsitektur megah yang mengambil konsep bentuk dari sebuah kapal itu adalah salah satu bukti kebangkitan Banda Aceh. Museum ini sekarang menjadi salah stau icon Banda Aceh dan sudah banyak di kenal oleh masyarakat lokal bahkan mancanegara. Megah bukan berarti mahal, megah bukan berarti tidak terjangkau. Karena di museum ini tiket masuk gratis. Di museum ini wisatwan bukan hanya disuguhi oleh bukti-bukti peninggalan peristiwa tsunami tapi juga di bawa seolah-olah wisatawan merasakan peristiwa tersebut.

Ruangan bertuliskan nama-nama korban di Museum Tsunami Aceh
source : http://museumtsunami.blogspot.com/
Dimulai dari lorong gelap yang di apit oleh air yang berjatuhan dari atas, kemudian ke ruang memorial hall yang menampilkan slide-slide foto pada saat peristiwa Tsunami yang meporak-porandakan Aceh, dan dilanjutkan dengan ruang remang-remang yang bertuliskan nama-nama korban bencana Tsunami. Satu sumber cahaya hanya dari ukiran tulisan Allah yang ada di atas. Konsep beralur ini yang cukup dapat menggetarkan hati para wisatawan yang datang. Saya pun cukup tercengang dan berhasil kagum oleh rancangan Arsitek idola saya, Bapak. Ridwan Kamil.

Info :


MUSEUM TSUNAMI
Alamat : Jalan Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh 23125

Jadwal buka :
Senin s/d Kamis pukul 09.00 s/d 12.00 WIB dan buka kembali 14.00s/d16.30 WIB
Jum’at Libur
Sabtu dan Minggu pukul 09.00 s/d 12.00 WIB dan buka kembali 14.00s/d16.30 WIB

Tiket :
Gratis

Menelusuri keindahan alam Banda Aceh yang tak ter eksplor

A. Hutan Kota Banda Aceh.

Hutan Kota BNI Banda Aceh
source : http://arieyamani.blogspot.com/
Wisata alam yang indah bukan hanya milik Indonesia bagian Timur saja, tapi juga di bagian barat Indonesia. Sudah cukup berkeliling kota, menghirup udara segar dan menikmati landscape alam adalah solusi selanjutnya. Ternyata hutan mangrove bukan hanya bisa di temui di Bali, tapi juga di Banda Aceh, proyek yang bisa di katakan baru ternyata juga mengambil peran untuk kebangkitan Banda Aceh. Nyatanya, kehadiran Hutan kota BNI di Banda Aceh mampu menyerap 37 ton karbondioksida. Ketika menginjakkan kaki di hutan kota ini, kalian akan di bawa oleh jalan setapak kayu menanjak yang disekelilingnya diteduhkan oleh pepohonan yang rimbun. Tempat ini menjadi favorit saya selanjutnya karena begitu banyak potensi spot fotografi yang menarik.

B. Taman Krueng


source :  http://arieyamani.blogspot.com/


source :  http://arieyamani.blogspot.com/


source :  http://arieyamani.blogspot.com/

Nama taman krueng memang sudah tidak asing lagi bagi wisatawan lokal, Sungai yang membelah Banda Aceh ini sudah menjadi favorit wisatawan untuk menikmati sore yang teduh dan tenang. Tapi siapa sangka, selain fasilitas memadai yang disediakan, sungai Krueng juga berpotensi untuk dikembangkan dalam bidang transportasi air. Rencana fasilitas wisata transportasi air ini sudah diusulkan dari setahun lalu, dan tahun ini sudah mulai berjalan. Meskipun butuh waktu lama untuk bisa mensejajarkan dengan wisata canal di negara berkembang lainnya, hal ini sudah cukup dapat diapresiasi. Jika ingin mengunjungi Taman Sungai Krueng, waktu sore hari adalah hal yang tepat, jangan lupa membawa makanan sendiri. Menyantapnya dengan pemandangan sunset di sungai Kruweng mungkin akan mejadi salah satu moment terbaik.

 Aceh yang dipanggil bumi Serambi Mekkah

A. Masjid Baiturrahman

Masjid Baiturrahman berdiri kokoh diantara bangunan yang hancur oleh Tsunami Aceh
Masjid Baiturrahman yang sekarang menjadi salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara
source : http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Raya_Baiturrahman
Berwisata ke Banda Aceh, berarti anda sudah memasuki kawasan yang dijuluki sebagai bumi serambi mekkah ini. Suasana islam yang kental akan anda temui ketika baru saja mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda. Di Banda Aceh untuk wisatwan wanita diharapkan juga dapat menggunakan pakaian yang sopan dan menutup kepalanya meski hanya dengan sekedar pashmina. Wisata religi di Aceh adalah salah satu yang sedang di garap untuk di kembangkan. 

Arsitektur Masjid Baiturrahman yang Megah.
source : http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Raya_Baiturrahman
Mengunjungi Masjid Baiturrahman sudah pasti masuk kedalam rencana trip saya, meskipun saya adalah non-muslim, bukan berarti wisata religi muslim tidak menarik perhatian saya. Mengunjungi Masjid Baiturrahman selalu mengingatkan saya pada siaran TV yang memaparkan, diantara bangunan yang runtuh akibat Tsunami, Masjid Baiturrahman lah yang masih berdiri kokoh. Dengan arsitektur nya yang megah, Masjid Baiturrahman menjadi saksi tempat berlindungnya para korban tsunami baik muslim dan non-muslim. Masjid yang masuk daftar sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara ini dapat menampung 10 ribu Jemaah.


Info: :
Masjid Baiturrahman
Di pusat ibukota Banda Aceh,
Jln.Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh

Cara Menuju Lokasi : 
Karena lokasinya di tengah Banda Aceh, anda dapat menjangkau tempat ini dengan banyak kendaraan yang tersedia, seperti becak motor dan labi-labi

Jika ingin di paparkan semua wisata Aceh, rasanya halaman ini tidak cukup untuk menampung, belum lagi menikmati keindahan Pulau Weh dengan air beningnya, menyaksikan festival pacuan kuda di daerah Gayo, menginjakkan kaki di titik nol kilometer Negara Indonesia dan lain lain. Namun Banda Aceh sebagai gerbang dari seluruh daerah lain di Aceh, layaknya cukup diacungkan jempol. Pengelolan wisatany sudah cukup baik, sehingga membuat orang tertarik untuk menelusuri Banda Aceh sebelum memasuki daerah lain.

Selamat berkunjung ke Banda Aceh Ban Sigom Donya teman teman, semoga tulisan saya cukup membantu untuk menysusun rencana trip yang tidak biasa anda ke Banda Aceh.

Info :
Masjid Baiturrahman
Jln.Muhammad Jam no.1, Kota Banda Aceh

Refrensi :

http://arieyamani.blogspot.com/
http://goesholiday.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Raya_Baiturrahman
http://www.ajnn.net/
http://id.wikipedia.org/wiki/Rumoh_Aceh
http://museumtsunami.blogspot.com/
http://duekbeukong.com/

10 wisata aceh wajib dikunjungi

Masjid Raya Baiturrahman
Share Yuk
2
0
Nanggroe Aceh Darussalam atau lebih dikenal dengan Aceh adalah sebuah provinsi di ujung PulauSumatera. Provinsi ini memiliki keindahan alam yang luar biasa, mulai dari pantai sampai pegunungannya. Setelah mengalami kerusakan akibat tsunami pada tahun 2004 di sebagian wilayahnya termasuk tempat wisatanya, Aceh kembali bangkit dan menata sektor pariwisatanya dengan baik.
Berencana liburan ke Aceh? Sudah tahu akan menghabiskan waktu Anda di mana? Agar tidak bingung mau ke mana, simak dulu 10 tempat wisata di Aceh yang layak dikunjungi berikut ini:

1. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman
Masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 ini telah menjadi ikon Aceh. Bangunan utama masjid berwarna putih dengan kubah hitam besar dikelilingi oleh tujuh menara. Kesan megah semakin terasa dengan adanya kolam besar dan pancuran air di bagian depan masjid yang mengingatkan pada Taj Mahal di India.
Masjid ini menjadi tempat wisata religi di Aceh yang banyak dikunjungi karena keindahannya. Situs Huffington Post memasukkan Masjid Raya Baiturrahman ke dalam daftar 100 masjid terindah di dunia, bahkan Yahoo! menyebut masjid ini sebagai salah satu dari 10 masjid terindah di dunia. Hal ini tentu saja semakin membuat bangga warga Aceh dan Indonesia.
Jika ingin membeli suvenir, Anda bisa datang ke Pasar Aceh yang terletak di belakang masjid. Setelah puas berkeliling, Anda bisa berwisata kuliner karena ada banyak penjual makanan di pasar ini.

2. Air Terjun Blang Kolam

Air Terjun Blang Kolam
Air Terjun Blang Kolam
Tempat wisata alam yang satu ini sayang untuk dilewatkan. Air Terjun Blang Kolam terletak di Desa Sidomulyo, Aceh Utara dan bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dari Lhokseumawe.
Di sini, Anda bisa melihat air terjun kembar dengan tinggi 75 meter yang dikelilingi oleh pepohonan rindang. Di sekitar air terjun, ada banyak orang yang bermain air, berendam di kolam tampungan air terjun atau sekedar bersantai di tepiannya. Jika Anda ingin merasakan pengalaman yang berbeda, coba datang dengan membawa perlengakapan berkemah Anda. Di Air Terjun Blang Kolam ini, Anda bisa berkemah dan menikmati alam bebas dengan tarif 5.000 Rupiah per orang.
Tempat wisata di Aceh ini tak hanya menawarkan keindahan alamnya, namun juga menawarkan harga yang murah. Anda cukup membayar 2.500 Rupiah per orang untuk bisa masuk dan membuktikan keindahan Air Terjun Blang Kolam.

3. Air Terjun Suhom

Air Terjun Suhom
Air Terjun Suhom
Air Terjun ini berada di Desa Suhom, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Untuk bisa mencapai tempat wisata ini, Anda harus melewati jalanan naik-turun dengan pemandangan pegunungan Paro dan Kulu. Di tengah perjalanan, jangan kaget saat melihat banyak monyet berkeliaran di jalan. Monyet-monyet ini biasanya meminta buah-buahan atau makanan ringan lain pada pengguna jalan yang lewat.
Air terjun setinggi 50 meter ini dibagi menjadi tiga tingkat, namun Anda tidak diperbolehkan naik menuju tingkat dua dan tiga demi alasan keselamatan karena adanya pembangkit listrik bertegangan tinggi.
Meskipun begitu, tempat wisata di Aceh ini tetap menyajikan pemandangan yang luar biasa. Anda bisa berenang di telaga sedalam dua meter di bawah air terjun atau menemani anak-anak bermain air di kolam renang anak. Tak ingin bermain air? Silakan bersantai di gazebo yang telah disediakan sambil menikmati makanan yang banyak dijual di sekitar lokasi air terjun.

4. Pantai Lampuuk

Pantai Lampuuk
Pantai Lampuuk
Warga Aceh tak perlu merasa iri dengan Bali yang memiliki banyak pantai indah karena di Aceh juga terdapat banyak pantai dengan pemandangan menakjubkan. Salah satu tempat wisata pantai yang bisa diandalkan adalah Pantai Lampuuk. Pantai ini disebut juga sebagai Pantai Kuta di Aceh.
Pantai Lampuuk memiliki garis pantai sepanjang 5 km dari selatan ke utara dengan pasir putih lembut dan tebing karang di ujung pantai. Banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di pantai ini mulai dari berselancar, berjemur, berenang dan juga bermain banana boat.
Satu lagi kegiatan menarik yang bisa Anda lakukan di tempat wisata ini adalah melihat upaya pelestarian penyu. Anda bisa ikut melepas tukik ke laut lepas. Seru, ya? Liburan sekaligus menjaga kelestarian alam.
Jika belum puas menikmati Pantai Lampuuk dalam sehari, Anda bisa menginap di cottage yang ada di kawasan pantai. Selain bisa lebih lama menikmati keindahan pantai ini, Anda juga bisa memuaskan perut dengan aneka sajian ikan bakar di warung-warung sekitar pantai.
Pantai Lampuuk berada di Desa Meunasah Masjid, Lhoknga, Aceh Besar. Harga tiket masuk adalah 3.000 Rupiah.

5. Pantai Lhoknga

Pantai Lhoknga
Pantai Lhoknga
Pantai Lhoknga berada tak jauh dari Pantai Lampuuk. Tempat wisata ini berjarak sekitar 20 km dari Banda Aceh. Di sini, Anda bisa bersantai di bawah pepohonan yang rindang atau bermain voli pantai di pasirnya yang luas dan landai.
Jika bersantai dan berjemur di tepian pantai masih kurang menyenangkan bagi Anda, cobalah berselancar di lautnya. Pantai Lhoknga memiliki ombak dengan ketinggian 1,5 – 2 meter yang cocok untuk olahraga ini.
Hari beranjak sore, jangan pulang dulu. Jangan lewatkan pemandangan matahari terbenam yang cantik di pantai ini. Tempat wisata di Aceh ini semakin ramai pada sore hari, banyak yang datang untuk melihat pemandangan matahari terbenamnya dengan duduk bersantai dan menikmati jagung bakar.

6. Pantai Ulee Lheue

Pantai Ulee Lheue
Pantai Ulee Lheue
Tempat wisata yang satu ini hanya berjarak 3 km dari pusat kota Banda Aceh, tepatnya di Kecamatan Meuraxa.
Kegiatan yang paling populer di pantai ini adalah memancing. Jika Anda lupa membawa alat pancing, tidak usah khawatir karena ada yang menjualnya di sekitar pantai. Tak suka memancing? Anda juga bisa menyewa perahu nelayan untuk berlayar di lautnya atau duduk santai di tepian pantai menikmati jagung bakar. Dari pantai, Anda bisa melihat barisanpegunungan diseberang yang menambah keindahan Pantai Ulee Lheue.

7. Pulau Rubiah

Pulau Rubiah
Pulau Rubiah
Pulau Rubiah ada di Sabang, tepatnya di sebelah barat laut Pulau Weh. Nama Rubiah sendiri diambil dari nama yang tertulis di sebuah nisan yang ada di pulau.
Tempat wisata di Aceh ini terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya. Sedikitnya 14 dari 15 biota laut yang dilindungi di Indonesia ada di sini. Siapkan alat menyelam dan snorkeling Anda dan silakan berenang bersama aneka ikan tropis dan bermain terumbu karang warna-warni. Jika lupa membawa alat snorkeling, Anda bisa menyewanya dengan harga 40.000 Rupiah saja dan bisa Anda gunakan seharian.

8. Kuala Merisi

Kuala Merisi
Kuala Merisi
Kuala Merisi merupakan tempat yang tepat untuk menikmati pantai dengan suasana yang sepi dan tenang. Tempat wisata di Desa Ketapang, Kecamatan Krueng Sabee, ini memiliki garis pantai yang panjang dengan ombak kecil yang cocok untuk bermain air di tepian.
Silakan duduk santai di atas tikar Anda dan nikmati deburan ombak dan hembusan angin pantainya. Tak jarang tempat wisata di Aceh ini dijadikan lokasi berselancar karena ombaknya yang cocok untuk olahraga air ini.
Selain itu, pantai ini juga memiliki fasilitas pendukung lainnya seperti kamar mandi dan deretan warung makan.

9. Museum Tsunami

Museum Tsunami
Museum Tsunami
Tsunami yang pernah menerjang Aceh pada tahun 2004 menyisakan duka bagi warga Aceh yang selamat. Untuk mengenang sekaligus menghormati korban meninggal, dibangunlah sebuah Museum Tsunami di Jalan Sultan Iskandar Muda di tahun 2009.
Di dalam museum, terdapat lorong panjang dengan suara gemuruh ombak dan kucuran air yang akan mengingatkan Anda pada bencana besar tersebut. Tempat wisata di Aceh ini banyak dikunjungi wisatawan yang ingin melihat apa saja yang tersisa dari gelombang tsunami. Banyak benda-benda sisa bencana yang dipajang seperti sepeda milik korban. Selain benda sisa tsunami, ada foto korban meninggal dan cerita kesaksian korban selamat juga alat simulasi elektronik gempa bumi.
Museum ini dibangun sebagai pusat pendidikan dan tempat perlindungan jika tsunami datang kembali. Museum buka setiap hari kecuali hari Jumat mulai 10:00 sampai 17:00.

10. Pantan Terong

Pantan Terong
Pantan Terong
Pantan terong merupakan bukit yang biasa digunakan untuk melihat keindahan Aceh Tengah dari atas. Tempat wisata ini berada di ketinggian 1830 meter di atas permukaan laut. Jangan lupa membawa jaket dan baju hangat karena udaranya cukup dingin.
Dari Pantan Terong Anda bisa melihat Danau Laut Tawar yang meyerupai sebuah kuali raksasa. Di sini, Anda juga bisa menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam yang sangat cantik. Jadi, siapkan kamera dan abadikan momen ini.